Halaman

Minggu, 28 Juni 2026

Oyen Dylan, Kucing Rescue Kesayangan

Hai Gaess.. I'm back.. Hampir setahun ini, ternyata aku masih belum bisa konsisten mengisi blog ini dengan berbagai cerita yang ingin aku share. Jangan tanya kemana ya,, karena ada aja kegiatan yang akhirnya bikin mager buat update cerita disini. Tapi yang pasti,, aku masih konsisten dengan kerjaan as a Lady Driver yang aku cintai. Hehehehee..

Ingatkah kalian saat masih sekolah dulu ada cerita tentang kisah cinta Rasulullah kepada hewan ? Jika ingat, hewan yang paling di sayang Nabi Muhammad SAW adalah kucing bernama Muezza. Tidak jauh berbeda dengan kisah nabi dan dengan hewan yang sama, Kucing. Untuk pertama kalinya aku melihat seekor kucing meninggal dan di makamkan tidak jauh berbeda dengan manusia. 

Beberapa hari yang lalu Kak Nabilla menghubungi aku. Beliau minta bantuan Galang Dana untuk pengobatan kucing rescue bernama Oyen. Kucing tersebut ditemukan dalam kondisi lemah. Segala cara di coba kakak untuk kesembuhan Oyen sampai akhirnya dibawa ke Puskeswan. Setelah dilakukan berbagai macam pemeriksaan, Oyen terkena Virus FIP dan harus segera diberikan pengobatan.  Biaya perawatan dan pegobatan yang cukup besar membuat kakak mencari bala bantuan ke circle terdekatnya dan juga posting di beberapa media sosial. Usaha kakak tidak sia-sia, beberapa hari setelah share informasi oyen di sosmed, ada salah satu CL (Cat Lover) yang menghubunginya. Oyen ternyata punya nama Dylan dan di sayang oleh Komunitas Kucing yang ada di apart tersebut. Intens berkomunikasi dengan komunitas tersebut, sampai ada inisiatif untuk memindahkan Oyen ke tempat pengobatan yang lebih baik. Bukan tidak percaya ke puskeswan, mungkin karena rincian yang diberikan cukup besar dan komunikasi yang kurang baik. 

Kakak sempat kepikiran biaya untuk mengeluarkan Oyen karena biaya sebelumnya belum masuk full dan galang dana yang kami ajukan pun di tolak. Sampai akhirnya aku bilang ", insyaallah aku ada sebagian dana untuk bantu keluarkan Oyen." Ada sedikit harapan untuk kesembuhan Oyen. Kami janjian menjemput Oyen di Puskeswan, tapi takdir Tuhan berkata lain. Datang kabar duka cita dari pihak puskeswan, Oyen tidak mampu melewati masa krisisnya dan telah meninggal dunia. Penjemputan yang kami rencanakan untuk pemindahan tempat berobat, menjadi penjemputan mayat Oyen di Puskeswan.  Niatku hari itu memang untuk menemaninya mengurus kepindahan Oyen, tapi nyatanya aku menemaninya sampai selesai mengurus pemakaman Oyen. Jika manusia meninggal diantarkan pakai mobil jenazah, maka mobil yang aku kendarai saat itulah yang menjadi mobil jenazah Oyen dan ku antarkan kembali ke tempat pertama kali Oyen ditemukan dalam kondisi sakit. 

Sebelum mayat keluar, kami sempat tanyakan biaya administrasi yang masih tersisa, karena khawatir dana yang disiapkan kurang. Lagi-lagi kuasa Allah, biaya yang kami kira kurang ternyata sudah lunas. Mayat Oyen dibungkus rapih oleh pihak puskeswan, namun salah satu dokter sempat menginformasikan, sebelumnya masih keluar darah dari mulut oyen. Kalaupun nanti mau dibersihkan kembali juga tidak masalah. Aku menerima mayat Oyen dengan tangan terbuka dan memeluknya. Segera kami pulang dan bertemu orang-orang yang menyayangi Oyen untuk terakhir kalinya.  40 menit perjalanan kembali ke rumah Oyen. Kami berkumpul di kios ibu laundry, 1/1 CL yang menghubungi kk datang dan melihat Oyen. Bahkan orang-orang di sekitar kios laundry pun juga datang untuk ngelayat. Biasanya ngelayat manusia, kali ini ngelayat hewan. Sedih itu pasti, karena oyen ternyata kucing kesayangan orang-orang di sekitar kios. 

Lanjut part berikutnya untuk cerita pemakaman.  

 

   

 

 

 

 

Tidak ada komentar: