Hai Gaess.. I'm back..
Hampir setahun ini, ternyata aku masih belum bisa konsisten mengisi blog ini
dengan berbagai cerita yang ingin aku share. Jangan tanya kemana ya,, karena
ada aja kegiatan yang akhirnya bikin mager buat update cerita disini. Tapi yang
pasti,, aku masih konsisten dengan kerjaan as a Lady Driver yang aku cintai.
Hehehehee..
Ingatkah kalian saat masih
sekolah dulu ada cerita tentang kisah cinta Rasulullah kepada hewan ? Jika
ingat, hewan yang paling di sayang Nabi Muhammad SAW adalah kucing bernama
Muezza. Tidak jauh berbeda dengan kisah nabi dan dengan hewan yang sama, Kucing.
Untuk pertama kalinya aku melihat seekor kucing meninggal dan di makamkan tidak
jauh berbeda dengan manusia.
Beberapa hari yang lalu Kak Nabilla menghubungi aku. Beliau minta bantuan Galang Dana untuk pengobatan kucing rescue bernama Oyen. Kucing tersebut ditemukan dalam kondisi lemah. Segala cara di coba kakak untuk kesembuhan Oyen sampai akhirnya dibawa ke Puskeswan. Setelah dilakukan berbagai macam pemeriksaan, Oyen terkena Virus FIP dan harus segera diberikan pengobatan. Biaya perawatan dan pegobatan yang cukup besar membuat kakak mencari bala bantuan ke circle terdekatnya dan juga posting di beberapa media sosial. Usaha kakak tidak sia-sia, beberapa hari setelah share informasi oyen di sosmed, ada salah satu CL (Cat Lover) yang menghubunginya. Oyen ternyata punya nama Dylan dan di sayang oleh Komunitas Kucing yang ada di apart tersebut. Intens berkomunikasi dengan komunitas tersebut, sampai ada inisiatif untuk memindahkan Oyen ke tempat pengobatan yang lebih baik. Bukan tidak percaya ke puskeswan, mungkin karena rincian yang diberikan cukup besar dan komunikasi yang kurang baik.
Kakak sempat kepikiran biaya untuk mengeluarkan Oyen karena biaya sebelumnya belum masuk full dan galang dana yang kami ajukan pun di tolak. Sampai akhirnya aku bilang ", insyaallah aku ada sebagian dana untuk bantu keluarkan Oyen." Ada sedikit harapan untuk kesembuhan Oyen. Kami janjian menjemput Oyen di Puskeswan, tapi takdir Tuhan berkata lain. Datang kabar duka cita dari pihak puskeswan, Oyen tidak mampu melewati masa krisisnya dan telah meninggal dunia. Penjemputan yang kami rencanakan untuk pemindahan tempat berobat, menjadi penjemputan mayat Oyen di Puskeswan. Niatku hari itu memang untuk menemaninya mengurus kepindahan Oyen, tapi nyatanya aku menemaninya sampai selesai mengurus pemakaman Oyen. Jika manusia meninggal diantarkan pakai mobil jenazah, maka mobil yang aku kendarai saat itulah yang menjadi mobil jenazah Oyen dan ku antarkan kembali ke tempat pertama kali Oyen ditemukan dalam kondisi sakit.
Sebelum mayat keluar, kami
sempat tanyakan biaya administrasi yang masih tersisa, karena khawatir dana
yang disiapkan kurang. Lagi-lagi kuasa Allah, biaya yang kami kira kurang
ternyata sudah lunas. Mayat Oyen dibungkus rapih oleh pihak puskeswan, namun
salah satu dokter sempat menginformasikan, sebelumnya masih keluar darah dari mulut
oyen. Kalaupun nanti mau dibersihkan kembali juga tidak masalah. Aku menerima
mayat Oyen dengan tangan terbuka dan memeluknya. Segera kami pulang dan bertemu
orang-orang yang menyayangi Oyen untuk terakhir kalinya. 40 menit
perjalanan kembali ke rumah Oyen. Kami berkumpul di kios ibu laundry, 1/1 CL
yang menghubungi kk datang dan melihat Oyen. Bahkan orang-orang di sekitar kios
laundry pun juga datang untuk ngelayat. Biasanya ngelayat manusia, kali ini
ngelayat hewan. Sedih itu pasti, karena oyen ternyata kucing kesayangan
orang-orang di sekitar kios.
Lanjut part berikutnya
untuk cerita pemakaman.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar