Halaman

Minggu, 28 Juni 2026

Oyen Dylan, Dimakamkan dengan penuh haru

Hai Gaesss.. Buat kalian yang mau tau kisah oyen sebelumnya, bisa mampir di cerita sebelumnya ya atau klik disini

Sabtu 27 Juni 2026, oyen meninggal di Puskeswan. Kios laundry jadi rumah duka Oyen Dylan. 1/1 Cat Lover datang silih berganti dengan mencari Kak Nabilla terlebih dahulu. Setelah itu melihat oyen yang sudah dibungkus rapih. Oyen terkenal ramah dan baik, tidak nakal seperti teman-temannya. Waktu terus berjalan, oyen harus segera di makamkan. Salah satu CL ada yang mencari gardener untuk bantu bikin makam dan dengan cepat menentukan tempat. Panas terik menemani kami memakamkan oyen.


Rumah baru oyen dan mamaknya



Jika disamakan dengan manusia, amalan baik apakah yang di lakukan oyen sampai semua urusannya dipermudah seperti ini. Mulai dari biaya ranap yang lunas, banyak CL yang datang melihat dan mengantarkannya ke rumah baru untuk terakhir kalinya  dan bahkan rumah barunya seperti apa yang di suka sama kak nabilla. Di area ruang terbuka hijau, sangat luas dan dibawah pohon rindang. Tak hanya itu saja sebelum di masukkan ke liang kuburnya pun, badan Oyen di bersihkan lagi dengan tisu basah dan tisu kering. Terisak mamaknya Oyen dari tower lain yang memasukkannya ke liang kubur. Layaknya memakamkan manusia, muka oyen juga di tutup dengan tisu kering agar matanya tidak kelilipan dan di tabur dengan bunga serta air. Bunga yang tabur diatas makam pun juga indah. Bahkan selesai pemakaman pun, semua mamaknya oyen masih enggan kembali. 


Oyen, bahkan dirimu masih begitu mempesona saat di makamkan. Begitu mamakmu akan kembali ke tempat tinggal masing-masing, mereka masih terhenti di lobby tower di depan tempat istirahatmu. Mereka berterimakasih sama mamak cendana yang sempat membawamu ke puskeswan untuk diberikan pertolongan. Mereka pun tidak menyadari jika kamu sakit. Di saat yang bersamaan, orang-orang yang biasanya perhatian sama oyen sedang ada kesibukannya masing-masing. Beruntungnya mama cendana yang menemukanmu meski pertemuan itu hanya sebentar. Oyen, pesonamu tak akan pudar. Ibu kios laundry akhirnya datang sendiri ke makam, karena g kuat menahan kesedihan. Beliau kesepian g ada oyen. 


Dari cerita yang aku dengar, ternyata oyen bukan peliharaan. Meski begitu, oyen tidak nakal, bahkan sudah steril lebih awal. Anak-anak di cendana pun senang main sama oyen, ngasih makan oyen. Oyen pandai bergaya seperti bayi manusia pada umumya. Oyen Dylan, bukan kucing peliharaan tapi dia tau dimana harus berada saat merasa lemah. Dia tau dimana dia akan diperhatikan dengan tulus oleh tuannya.   


Soo mari kita berbaik sangka kepada siapapun, ikhlas serta tulus dalam melakukan hal apapun itu. Niscaya akan ada kemudahan di saat kita mendapatkan ujian terjal. 


#iniceritakumanaceritamu #kisahoyen









  






Tidak ada komentar: